Pengobatan Alternatif Menggunakan Sarana Ilmu Lawe

Pengobatan Alternatif Menggunakan Sarana Ilmu Lawe

Pengobatan Alternatif Menggunakan Sarana Ilmu Lawe Oleh Ki Sabrang Alam

 

Perjalanan Ki Sabrang Alam Mendapatkan Ilmu Lawe

Saya masih ingat betul dengan guru spiritual Saya yang pernah menyembuhkan penyakit metafisik kiriman. Kata dari keluarga yang sakit, terkena santet waktu bekerja di luar pulau.

Dikatakan, semacam ada paku atau jarum yang dimasukkan dalam tubuhnya. Karena yang dirasakan si bapak semacam ditusuk dengan benda tajam seperti paku atau jarum dan itu terjadi pada jam-jam tertentu.

Berawal dari si istri yang menangis dihadapan guru spiritual Saya.

Mbah Yai, suami saya sudah lama menderita penyakit aneh yang sampai sekarang belum juga sembuh. Padahal sudah diperiksakan ke medis, tapi menurut medis tidak ada gejala apa-apa dan kondisi tubuh normal.

Bahkan sudah ke beberapa tokoh spiritual pun masih belum berhasil. Dulu pernah dikeluarkan paku dari tubuh suami saya oleh salah satu guru spiritual. Hilang beberapa hari, tapi setelah itu kambuh lagi”.

Setelah ditanya lebih jauh lagi oleh guru spiritual Saya perihal gejala yang dialami suaminya, guru Saya hanya tersenyum dan mengatakan “yo wis, ora usah nangis, bojomu gowo mrene wae, mengko cobo tak obatane”.

Seolah mendapatkan titik terang, ibu itu pun meminta ijin untuk pulang dan mengabarkan berita baik tersebut.

Esok harinya, datanglah si bapak bersama keluarganya. Saya diminta menemani guru spiritual untuk menjadi asisten (membantu menyiapkan prosesi ritual).

Waktu itu, Saya masih berusia antara 17 – 18 tahun-an.

Setelah semuanya sudah Saya siapkan. Guru spiritual Saya berdoa beberapa menit, dan segera melakukan prosesi ritual untuk menghilangkan rasa sakit dari si bapak dengan cara berbaring.

Saya belum pernah melihat ini sebelumnya, bahkan terlintas pun tidak. Sangat asing buat Saya, sekaligus pengetahuan baru.

 

Apa yang dilakukan ?

Ritual penetralan santet hanya menggunakan sarana “daun sirih” dan “sumbu kompor”.

Dalam hati Saya bertanya, “ mosok hanya dengan sarana sesederhana itu, santetnya akan netral bahkan hilang? ”

Setelah beberapa menit prosesi dilakukan, si bapak tersebut mengaku tubuhnya menjadi lebih ringan dan lebih segar. Seolah benda-benda tajam yang dirasakan dibagian tubuh tertentu itu juga tak dirasakan lagi.

Saya sempat tidak percaya dengan apa yang dikatakan si bapak itu.

Memang benar sih, keadaan kali pertama waktu datang, dibanding setelah diobati, sangat jauh berbeda. Terlihat dari raut mukanya yang bertambah segar, dan lebih berbinar.

Padahal tidak ada sesuatu yang dikeluarkan dari tubuh si bapak. Tapi kenapa katanya sudah merasa enakan? “Guman Saya dalam hati”

Dan tiba-tiba guru spiritual mendekati Saya “le simpen sik pitakon-pitakonmu, mengko tak wenehi ngerti”. Sontak saja Saya makin tercengang. Dan Saya hanya senyum malu dan mengatakan “inggih guru”.

Beberapa hari kemudian, janji guru Saya dipenuhi.

Saya diajak ke satu ruangan yang belum pernah Saya masuk sebelumnya selama Saya belajar disitu. Dan dijelaskan semua apa yang ingin Saya ketahui perihal ilmu penyembuhan metafisik kuno itu.

Semua pertanyaan dan penasaran Saya terjawab sudah. Seolah duri penasaran yang ada dihati tercabut seketika.

Dan sekarang, Saya akan membagi pengetahuan tentang ilmu penyembuhan jawa kuno itu untuk Anda.

Duduklah yang santai, nyaman, dan baca dengan seksama. Jangan lewatkan satu kalimat pun untuk bisa mendapatkan inti dari ilmu penyembuhan metafisik kuno dari jawa ini.

Ilmu penyembuhan ini disebut dengan Ilmu Lawe.

 

Mengupas Ilmu Lawe

Mungkin Anda belum pernah mendengar ilmu penyembuhan jawa kuno yang satu ini.

Tentu saja.

Karena kedudukan ilmu lawe jauh lebih tua dibanding dengan ilmu spiritual jawa lain.

Yang kemudian berkembang menjadi lebih modern, yakni Reiki, Prana, dan lain sebagainya itu.

Jadi bisa disimpulkan, apabila Anda terjun totalitas menjadi penyembuh, sepertinya kurang lengkap kalau Anda belum mempelajari Ilmu Lawe.

Kenapa begitu ?

Saya ambil contoh sebuah pohon. Pohon tidak akan bisa berdiri kokoh manakala tidak ada akar kuat yang menopang batang untuk tetap berdiri,

dan Ilmu Lawe adalah kunci bagi seorang penyembuh metafisik.

Ibarat pohon, Ilmu Lawe adalah akar dari semua kesempurnaan menjadi pohon.

Setelah ditelusuri, Ilmu Lawe merupakan salah satu Ilmu yang pernah dimiliki orang waskita sebelum walisongo. Beliau adalah Syekh Sadzali.

Saya tidak akan menjelaskan silsilahnya secara detail dan panjang lebar di sini. Karena terlalu banyak. Bisa-bisa Anda membaca seharian pun tidak cukup.

Nanti akan ada buku yang Saya terbitkan sendiri, khusus mengupas semua sejarah silsilah Ilmu Lawe.

Kemudian Ilmu Lawe ini turun temurun sampai ke guru spiritual di Pati yang masih ada trah keturunan dari Raden Umar Said dari generasi ke tujuh.

Beliau bernama Mbah Tamyis (alm). Dan dari beliau inilah Saya mendapatkan Ilmu Lawe.

Pertamanya, Saya digodok dengan banyak pengetahuan (materi) perihal ilmu lawe. Setelah mantab, baru Saya menjalani laku tirakatnya.

Sampai akhirnya Saya mendapatkan segudang pengetahuan baru perihal Ilmu Penyembuhan Lawe. Semua pertanyaan dan keresahan yang berjubal di pikiran Saya, terjawab sudah.

Dan oleh Mbah Tamyis sendiri, Saya dibai’at (dinobatkan)menjadi seorang penyembuh energi negatif (santet, teluh, tenung, guna-guna, pelet, gendam, dll) dengan sarana Ilmu Lawe.

Saya pernah melontarkan pertanyaan seperti ini ;

Mbah yai, Saya pernah melihat seorang guru spiritual menyembuhkan santet dengan mengeluarkan paku, rambut, jarum, dari dalam tubuhnya.

Ada juga yang menggunakan media telur. Yakni santetnya ditransfer ke telur, kemudian telurnya dipecah dan ada banyak rambut, paku kecil, jarum, dan lain sebagainya.

Ada juga yang ditransfer ke buah papaya, saat buah papaya dibelah, ada belut kecil didalamnya. Padahal buah papaya tidak rusak sama sekali dan masih menggantung di pohonnya.

Dan ada juga yang mentrasfer energi santet ke seekor kambing. Itu santet jenis apa ya mbah yai ?”

Lagi-lagi, beliau hanya senyum kecil sambil menepuk pundak Saya. Kemudian oleh beliau, Saya dijelaskan secara rinci perihal santet yang seperti itu.

Lanjutkan membaca untuk mengetahui jenis santet.

 

Membedah Santet di Tanah Jawa Berdasarkan Jenis Energi

Santet ditelisik dari segi energi bisa dibagi menjadi 2 macam. Pertama adalah santet fisik. Kedua adalah santet metafisik.

Maksudnya bagaimana ?

Santet Fisik adalah suatu ilmu santet dengan memasukkan benda-benda (secara fisik) kedalam tubuh seseorang.

Santet jenis ini tergolong langka, dan tidak sembarang orang bisa melakukan. Kalaupun ada, dari seratus tokoh spiritual, kemungkinan hanya satu yang bisa.

Prosesnya adalah, si tokoh spiritual menaruh benda yang diinginkan ditelapak tangan. Kemudian dibacakan doa atau mantra tertentu, kemudian ditiup sebanyak 7 tiupan, dan benda (fisik) itu hilang.

Untuk bisa mendapatkan ilmu santet jenis ini, laku tirakatnya tidak mudah dan cukup berat.

Santet jenis ini termasuk ilmu santet kelas tinggi. Jarang sekali tokoh spiritual sekarang yang bisa melakukan.

Selain efeknya bisa berbalik kepada tokoh spiritual itu sendiri, juga bisa membahayakan bagi si penyuruh.

Jadi Anda harus berhati-hati dan jeli ketika ada pengobatan santet, yang dari tubuh pasiennya dikeluarkan benda-benda seperti paku, rambut, jarum, kayu, dll melalui media telur, buah pepaya, kambing, atau melalui media lain.

Bisa jadi itu adalah trik sulap yang sengaja untuk mengelabui klien. Dan Saya pun bisa melakukan hal tersebut kalau Saya mau.

Namun bukan itu yang Saya inginkan. Saya tidak ingin mengelabui klien dengan trik-trik seperti itu, untuk tujuan komersil semata.

Berikutnya adalah Santet Metafisik. Ini yang seru … !!

Nah, yang paling banyak dipakai adalah santet jenis ini, santet metafisik.

Santet metafisik merupakan santet dengan mengirimkan “energinya” saja ke target yang diinginkan.

Misalnya begini, ada si A yang tidak suka dengan si B dan si A meminta bantuan guru spiritual untuk mngirimkan benda-benda tertentu masuk ke tubuh si B.

Kemudian si guru spiritual melakukan laku tirakat, dan membaca doa atau mantra tertentu, lalu benda yang ingin dikirim ke target ditiup oleh si tokoh spiritual.

Wujud bendanya memang masih ada di telapak tangan guru spiritual, hanya energinya saja yang dikirimkan ke target.

Dan ini jenis santet yang cukup berbahaya. Tidak ada wujud fisiknya, tapi si target merasakan seolah ada benda tertentu ditubuhnya.

Lebih mengerikan lagi, si pelaku santet jenis ini bisa mengendalikan kapanpun. Tidak terhalang tempat maupun waktu. Bisa kapan saja ketika pelaku ingin membuat si target kesakitan.

Santet jenis ini hanya bisa disembuhkan dengan Ilmu Lawe.

Lalu muncul pertanyaan.

Apakah Ilmu Lawe hanya bisa digunakan untuk mengobati orang yang terkena santet saja ? Jawaban Saya, TIDAK.

Banyak sekali kegunaan Ilmu Lawe. Selain untuk meringankan santet atau ilmu hitam kiriman.

Ilmu Lawe juga bisa Anda gunakan untuk pembersihan dan penjernihan energi (kesehatan), mengatasi kesurupan, menetralkan pelet, gendam, guna-guna, penglarisan usaha, pengasihan (susah jodoh), kepercayaan diri, perlindungan.

Bahkan meringankan penyakit fisik sekalipun, bisa dengan menggunakan Ilmu Lawe ini.

Namun Saya tidak akan menjelaskan semua itu disini. Perihal tata caranya, akan Saya jelaskan secara gamblang di panduan.

Bahkan untuk laku tirakatnya pun tidak susah dan tidak membutuhkan banyak waktu. Apalagi buat Anda yang sudah menguasai ilmu Reiki atau Prana. Akan jauh lebih mudah lagi.

Sebelumnya, ilmu lawe ini sengaja Saya rahasiakan untuk pribadi Saya sendiri.

Lalu kenapa Saya mengunggah Ilmu Lawe ini untuk diketahui publik dan semua bisa mempelajari ?

Berawal dari intuisi (wangsit) yang Saya terima dari guru spiritual Saya.

Meski di jaman modern seperti ini, kita tidak bisa memungkiri bahwasanya ilmu hitam atau ilmu sihir seperti itu masih berkembang.

Layaknya perang gerilya pada masa penjajahan. Ilmu-ilmu tersebut masih subur di tanah jawa.

Meski keberadaanya tidak bisa dilihat secara nyata, tapi efeknya bisa dirasakan seolah itu nyata.

Ini terbukti dari beberapa klien Saya sendiri yang masih banyak merasa terkena santet atau guna-guna kiriman.

Dan Saya pun semakin sering menggunakan Ilmu Lawe ini untuk penyembuhan beberapa klien Saya.

Enaknya kalau Anda mempelajari ilmu lawe ini, Anda tidak harus behadapan langsung dengan klien Anda. Intinya bisa dengan jarak jauh. Yang dibutuhkan hanya terkoneksi dengan orang yang ingin disembuhkan.

Anda hanya melakukan ritualnya dirumah.

Tapi dalam kondisi yang darurat, Anda tidak perlu terkoneksi, cukup Anda membaca amalannya, dan suruh klien

Anda untuk meniatkan menerima energi Ilmu Lawe yang Anda kirimkan.

Itulah enaknya. Mudah, simple, dan tidak menyita waktu.

Selanjutnya, untuk mengetahui sebagaian kecil Manfaat Ilmu Lawe, silahkan KLIK DISINI>>